Ekonomi dan politik merupakan dua hal yang sangat
penting bagi sebuah negara. Kedua bidang ini memiliki karakteristik yang sangat
berbeda, namun apakah ada keterkaitan antara ekonomi dan politik dalam
perbedaan-perbedaan yang mereka miliki? Sebelum membahas pertanyaan tersebut,
terlebih dahulu kita pahami esensi dari masing-masing bidang. “economy is
the study of choice under conditions of scarcity” (Lieberman
&Hall,2003:1). Dari penjelasan tersebut ekonomi erat kaitannya dengan
kelangkaan (scarcity) dan pilihan (choice). Ilmu ekonomi
diimplementasikan dalam pasar, dan tujuan dari pasar sendiri adalah untuk
mencapai kesejahteraan. Sedangkan politik merupakan sebuah instrument yang
sangat melekat dengan pemerintahan sebuah negara, yang memiliki tujuan utama
untuk mencapai kekuatan. Walaupun kedua hal ini memiliki perbedaan
yang cukup signifikan, namun keduanya saling terkait satu sama lain. Robert
Gilpin (1987) menjelaskan bahwa keduanya berinteraksi secara rumit dan
memusingkan, dan interaksi kedua bidang ini disebut dengan ekonomi politik. “As
John Stuart Mill, the last major classical economist, commented, political
economy was the science that teaches a nation how to become rich”
(Gilpin,2001:25)
Dalam pembahasan ini akan dibahas mengenai
ekonomi politik internasional. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ekonomi
politik akan menjelaskan hubungan antara politik dan ekonomi dimana keduanya
saling mendukung demi tercapainya kepentingan, dan secara khusus ekonomi
politik menjelaskan hubungan antara negara dengan pasar. Lalu apakah yang
dimaksud dengan ekonomi politik internasional? Ekonomi politik internasional
merupakan hubungan antara ekonomi internasional dengan politik Internasional.
Ekonomi internasional adalah salah satu cabang studi ilmu ekonomi mengenai
pilihan-pilihan negara dalam konteks internasional untuk mencapai kesejahteraan
masyarakatnya didalam kondisi sumberdaya yang terbatas, sedangkan politik
internasional adalah kebijakan-kebijakan negara yang dibuat oleh sebuah negara
dalam hubungannya dengan negara lain. “Hal ini merupakan hubungan yang kompleks
dalam konteks internasional antara politik dan ekonomi, antara negara dan
pasar, yang merupakan inti dari EPI” (Jackson & Sorenson,2009:228). Studi
ekonomi politik internasional ini mulai muncul pada tahun 1970-an, dimana
globalisasi ekonomi semakin gencar terjadi dan semakin menjadi sebuah proses
yang tidak bisa dihindari, sehingga untuk mencapai kepentingannya dalam
interaksi perdagangan internasional ini sebuah negara tidak bisa hanya
menggunakan prinsip ekonomi saja tetapi diiringi pula dengan
kebijakan-kebijakan politik internasional yang tepat.
Lalu bagaimanakah seni negara dalam studi ini?
Robert Gilpin (2001) menjelaskan bahwa EPI memiliki ketertarikan dengan fakta
bahwa ekonomi dunia memiliki dampak kepada kekuatan, nilai, dan otonomi politik
dari masyarakat nasional. Selain itu EPI juga menjelaskan bagaimana distribusi
keuntungan yang merupakan hasil dari aktivitas pasar. EPI ini sendiri memiliki
keterkaitan dengan rezim Internasional. Dan disinilah EPI hadir untuk
menjelaskan bagaimana negara dan pasar berusaha untuk memengaruhi rezim
Internasional ini. Karena dengan memengaruhi rezim Internasional ini dapat
menambah keuntungan mereka dalam ekonomi politik Internasional itu sendiri,
dimana keuntungan yang ingin dicapai oleh bidang ini meliputi keuntungan
absolut dan keuntungan relatif. “Governments are concerned about the terms
of trade, the distribution of economic returns from foreign investment, and, in
particular, the relative rates of economic growth among national economies”
(Gilpin,2001:78)
Jelas terlihat bahwa EPI mempelajari bagaimana
sebuah negara dalam berinteraksi dengan negara lain tidak hanya berusaha untuk
mencapai kekuatan, tetapi juga mencapai kesejahteraan bagi negaranya,kekuatan
negara dan kesejahteraan ini didapatkan melalui keuntungan-keuntungan dari
terlaksananya kerjasama atau hubungan timbal-balik antara ekonomi dan politik.
Namun ada sebuah permasalahan yang sering dijumpai dalam ekonomi politik
Internasional dimana terkadang kebijakan perekonomian Internasional yang ada
tidak sejalan dengan kebijakan domestik yang mengatur ekonomi dan politik
negara yang bersangkutan, sehingga akan terjadi benturan dalam hal ini. Contoh
dari benturan ini adalah, sebuah negara menginginkan negaranya mengikuti
perdagangan internasional sehingga akan mendapatkan keuntungan darinya dan
mendistribusikan keuntungan tersebut terutama dalam bidang ekonomi dan politik,
dalam bidang politik seperti untuk memperkuat militer, dan dalam bidang ekonomi
untuk menambah pertumbuhan ekonomi sehingga menyokong tercapainya kesejahteraan
negara, disisi lain sebuah negara juga memiliki ketakutan akan kekuatan
industri domestiknya dalam arus perdagangan bebas. Maka untuk mengatasi
ketakutan ini dilakukan lah langkah-langkah politik berupa pengambilan
kebijakan-kebijakan dalam konteks hubungan dengan negara lain sehingga industri
domestikpun dapat terjaga dan kepentingan-kepentingan negara dapat tercapai
pula. Robert Gilpin (2001) berpendapat, bahwa dalam interaksi perekonomian
internasional tidak ada yang benar-benar murni ekonomi saja, interaksi ini selalu
memberikan implikasi untuk otonomi ekonomi dan politik masyarakat nasionalnya.
Secara umum, yang menjadi persamaan dari
ekonomi politik internasional dengan ekonomi politik adalah adanya keterlibatan
ekonomi dalam bidang sosial politik. “The central idea that markets are
embedded in larger sociopolitical systems underlies my interpretation of both
political economy and international political economy” (Gilpin,2001:41).
Lalu apakah yang menjadi perbedaan antara ekonomi politik internasional dengan
ekonomi politik? Ekonomi politik cenderung hanya terfokus pada cakupan
interaksi ekonomi dan politik domestik, sedangkan ekonomi politik internasional
memiliki cakupan yang lebih luas yaitu mengenai keterlibatan ekonomi dalam
kebijakan politik dan begitupula sebaliknya dalam hubungan internasional.
Sehingga dalam EPI dalam interaksi ekonomi sebuah negara dengan negara lain,
negara tersebut akan melihat kekuatan ekonomi dan politik dari negara yang akan
diajak bekerjasama, dan disinilah kebijakan politik internasional dibutuhkan
dalam mengatur hubungan antarnegara ini. Negara hegemon seperti Amerika Serikat
memiliki pengaruh yang besar bagi hubungan internasional dan terutama dalam
bidang ekonomi politik internasional.
KESIMPULAN DAN OPINI
Kesimpulan dari pembahasan diatas, Ekonomi
politik internasional merupakan hubungan antara ekonomi internasional dengan
politik Internasional, dalam pengertian kebijakan ekonomi akan menyokong
kebijakan politik suatu negara dalam interaksinya dengan negara lain sehingga
kepentingan nasional dari negara baik dalam bidang ekonomi maupun politik dapat
tercapai. Kepentingan itu adalah tercapainya kesejahteraan negara dan kekuatan
negara. Oleh karena itu EPI hadir sebagai bentuk keterlibatan ekonomi dalam
kebijakan politik internasional, selain itu EPI juga memiliki kaitan dengan
rezim internasional. EPI hadir untuk menjelaskan bagaimana negara dan pasar
berusaha untuk memengaruhi rezim Internasional ini. Karena dengan memengaruhi
rezim Internasional ini dapat menambah keuntungan mereka dalam ekonomi politik
Internasional itu sendiri, dimana keuntungan yang ingin dicapai oleh bidang ini
meliputi keuntungan absolut dan keuntungan relatif. EPI muncul sebagai akibat
adanya globalisasi dibidang perekonomian sehingga untuk dapat bertahan sebuah
negara harus memiliki strategi melalui kebijakan ekonomi politik
internasionalnya.
Opini penulis, penulis sangat setuju dengan
pendapat Gilpin, bahwa dalam interaksi ekonomi dengan negara lain tidak ada
yang benar-benar murni hanya mengandung unsur ekonomi, karena tidak dapat
dipungkiri unsur politik menjadi sebuah unsur yang sangat penting bagi sebuah
negara untuk mencapai kepentingan-kepentingannya didalam interaksi ini.
Negara-negara dunia berusaha untuk bertahan dalam era globalisasi ini dengan strategi-strategi
yang mereka buat. Contohnya adalah konflik Iran dengan Amerika Serikat
yang sampai saat ini masih berlangsung, dimana kondisi pada bulan Januari 2012
sejumlah kapal-kapal militer Amerika Serikat berada di perairan Iran, Iran pun
mengancam akan memblokade selat Hormuz yang merupakan jalur lewatnya
kapal-kapal pemasok minyak ke negara-negara lain, sehingga akan terjadi krisis
minyak dan memicu kenaikan harga minyak dunia seharga US$ 150 per barel. Hal
ini dilakukan Iran agar Amerika Serikat segera meninggalkan Iran.
Referensi :
-Buku:
Gilpin, Robert. 2001. “The Nature of Political
Economy”, dalam Global Political
Understanding the
International Economics Orders. Princeton : Princeton University
Press, hal. 25-45
Gilpin, Robert. 2001. “The Study of International
Political Economy”, dalam Global Political
Understanding
the International Economics Orders. Princeton : Princeton University
Press, hal. 77-102
Jackson, Robert dan Sorensen, Georg. 2009. “Ekonomi
Politik Internasional”, dalam
Pengantar
Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, hal.227-277
Lieberman, Mark dan Hall,Robert E. 2003. “What Is
Economics”. dalam Economics:
Principles and
Aplications. South-Western, hal. 1-18
-Internet:
Latief,Syahid dan Kurniawan,Iwan. 2012. Minyak
RI Terancam Selat Hormuz [online]
Tersedia
dalam : http://bisnis.vivanews.com (diakses pada 03 Maret 2012, 07:41 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar