Kamis, 04 Desember 2014

What is International Political Economics ?


Ekonomi dan politik merupakan dua hal yang sangat penting bagi sebuah negara. Kedua bidang ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda, namun apakah ada keterkaitan antara ekonomi dan politik dalam perbedaan-perbedaan yang mereka miliki? Sebelum membahas pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita pahami esensi dari masing-masing bidang. “economy is the study of choice under conditions of scarcity” (Lieberman &Hall,2003:1). Dari penjelasan tersebut ekonomi erat kaitannya dengan kelangkaan (scarcity) dan pilihan (choice). Ilmu ekonomi diimplementasikan dalam pasar, dan tujuan dari pasar sendiri adalah untuk mencapai kesejahteraan. Sedangkan politik merupakan sebuah instrument yang sangat melekat dengan pemerintahan sebuah negara, yang memiliki tujuan utama untuk mencapai kekuatan. Walaupun kedua hal ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, namun keduanya saling terkait satu sama lain. Robert Gilpin (1987) menjelaskan bahwa keduanya berinteraksi secara rumit dan memusingkan, dan interaksi kedua bidang ini disebut dengan ekonomi politik. “As John Stuart Mill, the last major classical economist, commented, political economy was the science that teaches a nation how to become rich” (Gilpin,2001:25)
Dalam pembahasan ini akan dibahas mengenai ekonomi politik internasional. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ekonomi politik akan menjelaskan hubungan antara politik dan ekonomi dimana keduanya saling mendukung demi tercapainya kepentingan, dan secara khusus ekonomi politik menjelaskan hubungan antara negara dengan pasar. Lalu apakah yang dimaksud dengan ekonomi politik internasional? Ekonomi politik internasional merupakan hubungan antara ekonomi internasional dengan politik Internasional. Ekonomi internasional adalah salah satu cabang studi ilmu ekonomi mengenai pilihan-pilihan negara dalam konteks internasional untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya didalam kondisi sumberdaya yang terbatas, sedangkan politik internasional adalah kebijakan-kebijakan negara yang dibuat oleh sebuah negara dalam hubungannya dengan negara lain. “Hal ini merupakan hubungan yang kompleks dalam konteks internasional antara politik dan ekonomi, antara negara dan pasar, yang merupakan inti dari EPI” (Jackson & Sorenson,2009:228). Studi ekonomi politik internasional ini mulai muncul pada tahun 1970-an, dimana globalisasi ekonomi semakin gencar terjadi dan semakin menjadi sebuah proses yang tidak bisa dihindari, sehingga untuk mencapai kepentingannya dalam interaksi perdagangan internasional ini sebuah negara tidak bisa hanya menggunakan prinsip ekonomi saja tetapi diiringi pula dengan kebijakan-kebijakan politik internasional yang tepat.
Lalu bagaimanakah seni negara dalam studi ini? Robert Gilpin (2001) menjelaskan bahwa EPI memiliki ketertarikan dengan fakta bahwa ekonomi dunia memiliki dampak kepada kekuatan, nilai, dan otonomi politik dari masyarakat nasional. Selain itu EPI juga menjelaskan bagaimana distribusi keuntungan yang merupakan hasil dari aktivitas pasar. EPI ini sendiri memiliki keterkaitan dengan rezim Internasional. Dan disinilah EPI hadir untuk menjelaskan bagaimana negara dan pasar berusaha untuk memengaruhi rezim Internasional ini. Karena dengan memengaruhi rezim Internasional ini dapat menambah keuntungan mereka dalam ekonomi politik Internasional itu sendiri, dimana keuntungan yang ingin dicapai oleh bidang ini meliputi keuntungan absolut dan keuntungan relatif. “Governments are concerned about the terms of trade, the distribution of economic returns from foreign investment, and, in particular, the relative rates of economic growth among national economies” (Gilpin,2001:78)
Jelas terlihat bahwa EPI mempelajari bagaimana sebuah negara dalam berinteraksi dengan negara lain tidak hanya berusaha untuk mencapai kekuatan, tetapi juga mencapai kesejahteraan bagi negaranya,kekuatan negara dan kesejahteraan ini didapatkan melalui keuntungan-keuntungan dari terlaksananya kerjasama atau hubungan timbal-balik antara ekonomi dan politik. Namun ada sebuah permasalahan yang sering dijumpai dalam ekonomi politik Internasional dimana terkadang kebijakan perekonomian Internasional yang ada tidak sejalan dengan kebijakan domestik yang mengatur ekonomi dan politik negara yang bersangkutan, sehingga akan terjadi benturan dalam hal ini. Contoh dari benturan ini adalah, sebuah negara menginginkan negaranya mengikuti perdagangan internasional sehingga akan mendapatkan keuntungan darinya dan mendistribusikan keuntungan tersebut terutama dalam bidang ekonomi dan politik, dalam bidang politik seperti untuk memperkuat militer, dan dalam bidang ekonomi untuk menambah pertumbuhan ekonomi sehingga menyokong tercapainya kesejahteraan negara, disisi lain sebuah negara juga memiliki ketakutan akan kekuatan industri domestiknya dalam arus perdagangan bebas. Maka untuk mengatasi ketakutan ini dilakukan lah langkah-langkah politik berupa pengambilan kebijakan-kebijakan dalam konteks hubungan dengan negara lain sehingga industri domestikpun dapat terjaga dan kepentingan-kepentingan negara dapat tercapai pula. Robert Gilpin (2001) berpendapat, bahwa dalam interaksi perekonomian internasional tidak ada yang benar-benar murni ekonomi saja, interaksi ini selalu memberikan implikasi untuk otonomi ekonomi dan politik masyarakat nasionalnya.
 Secara umum, yang menjadi persamaan dari ekonomi politik internasional dengan ekonomi politik adalah adanya keterlibatan ekonomi dalam bidang sosial politik. “The central idea that markets are embedded in larger sociopolitical systems underlies my interpretation of both political economy and international political economy” (Gilpin,2001:41). Lalu apakah yang menjadi perbedaan antara ekonomi politik internasional dengan ekonomi politik? Ekonomi politik cenderung hanya terfokus pada cakupan interaksi ekonomi dan politik domestik, sedangkan ekonomi politik internasional memiliki cakupan yang lebih luas yaitu mengenai keterlibatan ekonomi dalam kebijakan politik dan begitupula sebaliknya dalam hubungan internasional. Sehingga dalam EPI dalam interaksi ekonomi sebuah negara dengan negara lain, negara tersebut akan melihat kekuatan ekonomi dan politik dari negara yang akan diajak bekerjasama, dan disinilah kebijakan politik internasional dibutuhkan dalam mengatur hubungan antarnegara ini. Negara hegemon seperti Amerika Serikat memiliki pengaruh yang besar bagi hubungan internasional dan terutama dalam bidang ekonomi politik internasional.
KESIMPULAN DAN OPINI
Kesimpulan dari pembahasan diatas, Ekonomi politik internasional merupakan hubungan antara ekonomi internasional dengan politik Internasional, dalam pengertian kebijakan ekonomi akan menyokong kebijakan politik suatu negara dalam interaksinya dengan negara lain sehingga kepentingan nasional dari negara baik dalam bidang ekonomi maupun politik dapat tercapai. Kepentingan itu adalah tercapainya kesejahteraan negara dan kekuatan negara. Oleh karena itu EPI hadir sebagai bentuk keterlibatan ekonomi dalam kebijakan politik internasional, selain itu EPI juga memiliki kaitan dengan rezim internasional. EPI hadir untuk menjelaskan bagaimana negara dan pasar berusaha untuk memengaruhi rezim Internasional ini. Karena dengan memengaruhi rezim Internasional ini dapat menambah keuntungan mereka dalam ekonomi politik Internasional itu sendiri, dimana keuntungan yang ingin dicapai oleh bidang ini meliputi keuntungan absolut dan keuntungan relatif. EPI muncul sebagai akibat adanya globalisasi dibidang perekonomian sehingga untuk dapat bertahan sebuah negara harus memiliki strategi melalui kebijakan ekonomi politik internasionalnya.
Opini penulis, penulis sangat setuju dengan pendapat Gilpin, bahwa dalam interaksi ekonomi dengan negara lain tidak ada yang benar-benar murni hanya mengandung unsur ekonomi, karena tidak dapat dipungkiri unsur politik menjadi sebuah unsur yang sangat penting bagi sebuah negara untuk mencapai kepentingan-kepentingannya didalam interaksi ini. Negara-negara dunia berusaha untuk bertahan dalam era globalisasi ini dengan strategi-strategi yang mereka buat.  Contohnya adalah konflik Iran dengan Amerika Serikat yang sampai saat ini masih berlangsung, dimana kondisi pada bulan Januari 2012 sejumlah kapal-kapal militer Amerika Serikat berada di perairan Iran, Iran pun mengancam akan memblokade selat Hormuz yang merupakan jalur lewatnya kapal-kapal pemasok minyak ke negara-negara lain, sehingga akan terjadi krisis minyak dan memicu kenaikan harga minyak dunia seharga US$ 150 per barel. Hal ini dilakukan Iran agar Amerika Serikat segera meninggalkan Iran.

Referensi :
-Buku:
Gilpin, Robert. 2001. “The Nature of Political Economy”, dalam Global Political
     Understanding the International Economics Orders. Princeton : Princeton University
    Press, hal. 25-45
Gilpin, Robert. 2001. “The Study of International Political Economy”, dalam Global Political
      Understanding the International Economics Orders. Princeton : Princeton University
      Press, hal. 77-102
Jackson, Robert dan Sorensen, Georg. 2009. “Ekonomi Politik Internasional”, dalam
       Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta : Pustaka Pelajar, hal.227-277
Lieberman, Mark dan Hall,Robert E. 2003. “What Is Economics”. dalam Economics:
      Principles and Aplications. South-Western, hal. 1-18
-Internet:
Latief,Syahid dan Kurniawan,Iwan. 2012. Minyak RI Terancam Selat Hormuz [online]

       Tersedia dalam : http://bisnis.vivanews.com (diakses pada 03 Maret 2012, 07:41 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar