Kamis, 04 Desember 2014

Amerikanisme dan Fordisme


Di dalam interaksi perekonomian Internasional Amerika hadir sebagai hegemoni. Amerika memiliki ekonomi yang kuat, sehingga dalam interaksi perekonomian saat ini baik dalam perdagangan maupun moneter internasional Amerika hadir sebagai negara yang memiliki kapabilitas yang tinggi untuk menyelenggarakan kedua kegiatan tersebut dengan sangat baik untuk kepentingan nasionalnya, bahkan muncul istilah Amerikanisme untuk menggambarkan keunggulan Amerika dalam ekonomi politik Internasional. Selain itu juga akan dibahas mengenai fenomena Fordism sebagai perusahaan yang memiliki efektifitas yang tinggi dalam ekonomi internasional secara umum dan ekonomi politik internasional secara khusus. Dalam pembahasan ini penulis akan menjelaskan review dari artikel Americanism and Fundamentalism karya Antonio Gramsci (1971) yang menjelaskan kedua fenomena diatas.
Kapabilitas dalam manajemen produksi sangat dibutuhkan oleh sebuah negara atau perusahaan untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari interaksi perekonomian yang mereka lakukan. Produksi yang dilakukan dengan rasionalisasi dan penggunaan tenaga kerja yang memiliki keahlian, kemampuan, dan kualitas yang tepat menjadi faktor-faktor pendukung untuk terbentuknya sistem produksi yang efektif. Amerika menggunakan rasionalisasi dalam produksinya, rasionalisasi inilah yang menjadi kunci utama dalam efektifitas produksi. Dengan rasionalisasi yang digunakannya Amerika hadir sebagai hegemoni dalam ekonomi politik internasional. Hegemoni dalam pandangan Antonio Gramsci adalah, “Hegemony here is born in the factory and requires for its exercise only a minute quantity of professional political and ideological intermediaries” (Gramsci 1971:285) dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa hegemoni dalam ekonomi politik internasional adalah aktor yang tidak hanya memiliki produksi yang efektif, tetapi juga sebagai aktor yang memiliki kualitas yang tinggi dalam bidang politik. Contoh efektifitas dari produksi Amerika adalah adanya persatuan para pekerja Amerika yang merupakan bentuk kerjasama yang memiliki kualifikasi yang sangat baik dimana melalui persatuan ini para industrialis dapat mengendalikan para pekerja agar pekerja semakin progresif.
Ford hadir sebagai perusahaan yang berusaha untuk memiliki gaji yang tinggi untuk para pekerjanya namun tetap dengan harga penjualan produk yang rendah. Disinilah kemampuan manajemen yang tepat sangat dibutuhkan oleh Ford untuk mewujudkannya. Lalu apakah yang dilakukan oleh Ford? “Recall here the experiments conducted by Ford and to the economies made by his firm through direct management of transport and distribution of product ” (Gramsci 1971:285) Untuk mempelajari fenomena-fenomena ini seorang ahli bernama Fovel membuat sebuah konsepsi mengenai korporasi yaitu korporasi adalah sebuah industri produktif yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam dinamika perekonomian modern. Perekonomian modern secara umum, dan perdagangan internasional  secara khusus saat ini sebagai produk dari globalisasi membuat kedua hal ini semakin kompleks. Oleh karena itu untuk memaksimalkan keuntungan diperlukan strategi manajemen yang tepat. Tak heran bila semua negara tertantang untuk dapat mengikuti perkembangan yang ada dengan membuat strategi-strategi yang tepat untuk tetap dapat bertahan. Salah satu negara yang melakukan usaha untuk menghadapi ekonomi global adalah Italia, Gramsci (1971) menjelaskan bahwa para pekerja yang berkualitas di Italia menyetujui adanya inovasi yang merujuk pada rendahnya biaya produksi, rasionalisasi produksi, dan organisasi teknis yang lebih sempurna dari perusahaan yang kompleks.
Amerikanisasi membutuhkan lingkungan, struktur sosial, dan tipe negara tertentu. Tipe negara yang dibutuhkan dalam Amerikanisasi ini adalah tipe negara yang dapat mengimplementasikan nilai-nilai fundamental dari liberalisme itu sendiri, seperti kebebasan dalam berinisiatif, dan individualisme ekonomi bukan hanya sekedar mengenai perdagangan bebas dan kebebasan dalam berpolitik. Dimana hal-hal tersebut akan memberikan konsentrasi lebih pada rezim industri dan monopoli perdagangan. Bagaimana dengan nasib orang-orang menengah ke bawah dalam ekonomi global ini? Korporasi-korporasi yang saat ini mulai mendominasi perdagangan internasional, tetap membutuhkan orang-orang yang berasal dari kelas menengah ke bawah ini. Memang pada kenyataannya peran dari kelas menengah ke bawah ini akan tereduksi, namun korporasi tetap harus mengendalikannya agar adanya pengangguran-pengangguran dari kelas-kelas ini tidak mengganggu kestabilan ekonomi politik sebuah negara. Karena stabilitas ekonomi politik suatu negara sangat menentukan keberhasilan negara dan korporasi-korporasi didalamnya untuk mencapai kepentingannya dalam ranah ekonomi politik internasional.
Faktor yang memengaruhi fungsi ekonomi dari sebuah negara adalah permasalahan seksual. Pertumbuhan ekonomi dengan ekspektasi kehidupan memiliki perbandingan yang lurus, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi makan ekspektasi kehidupan juga akan semakin tinggi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi akan menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dan salah satu bidang yang menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat ini adalah kemajuan dalam bidang kesehatan. Semakin majunya bidang kesehatan akan semakin menyadarkan masyarakat betapa pentingnya permasalahan seksual dalam bidang ekonomi. Pada umumnya negara-negara maju akan memiliki tingkat kelahiran yang rendah, seperti Perancis. Tingkat kelahiran yang rendah ini dari kota-kota besar di negara-negara maju disebabkan oleh adanya kesadaran bahwa biaya hidup akan semakin besar, dimana hal ini akan memengaruhi sosial politik dari sebuah negara. Hal ini merupakan salah satu contoh dalam menganalisis fenomena ekonomi politik internasional berdasarkan pada sisi Psyco-phisical.
Strategi selanjutnya yang dilakukan oleh Amerika dalam menghadapi ekonomi global adalah, “American industrialist are concerned to maintain the continuity of the physical and muscular-nervous efficiency of the worker ” (Gramsci 1971:303) Hal ini dilakukan oleh Amerika untuk mendapatkan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas serta menjaga kestabilan dari kondisi para pekerja ini. Sedangkan yang dilakukan oleh perusahaan Ford adalah dengan mengintervensi kehidupan pribadi dari para pekerjanya, dengan mengontrol bagaimana para pegawai atau pekerja dari perusahaan ini dalam menggunakan gajinya dan cara hidup mereka. Hal ini dilakukan oleh perusahaan ini untuk mendapatkan kualitas pekerja yang sangat baik, sehingga output dan outcome yang dihasilkan pun memuaskan. Faktor yang menjadi salah satu penghalang dalam memajukan sistem manajemen produksi sebuah negara adalah tradisi atau kebudayaan ia pegang, terkadang tradisi ini membatasi sebuah negara untuk dapat berinovasi. Karena kunci dari keberhasilan dalam ekonomi politik internasional dalam era globalisasi ini adalah adanya inovasi yang akan menghasilkan metode baru agar produksi dan keuntungan yang didapatkan akan meningkat.
KESIMPULAN DAN OPINI
Kesimpulan dari pembahasan di atas, Amerikanisme dan Fordisme merupakan dua aliran yang mendominasi perekonomian internasional dan ekonomi politik internasional, karena negara Amerika Serikat dan perusahaan Ford sebagai perusahaan di Amerika Serikat yang sangat sukses dalam mendominasi perekonomian internasional. Kesuksesan yang didapatkan oleh hegemon ini didapatkan karena mereka memiliki manajemen produksi yang sangat tepat, dimana dalam menentukan manajemen produksi ini faktor-faktor input harus benar-benar diperhatikan seperti kualitas tenaga kerja. Selain itu faktor eksternal lain yang memengaruhi efektifitas perdagangan internasional adalah adanya permasalahan seksual. Faktor-faktor inilah yang akan menentukan output dan outcome dari produksi yang dilakukan, keuntungan-keuntungan yang didapatkan pun berdasarkan dari ketepatan dalam mengatur strategi-strategi produksi hingga pemasarannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa nilai-nilai fundamental dari ideologi liberal yang membuat Amerika Serikat dapat menjadi hegemoni dalam era globalisasi ini. Nilai-nilai fundamental dari liberalisme itu sendiri, seperti kebebasan dalam berinisiatif, dan individualisme ekonomi bukan hanya sekedar mengenai perdagangan bebas dan kebebasan dalam berpolitik. Kebebasan dalam berinisiatif akan memunculkan inovasi-inovasi yang memegang kunci utama dalam memaksimalkan keuntungan pada perdagangan internasional. Demikian lah dinamika ekonomi politik internasional yang harus dihadapi oleh seluruh negara saat ini.
Opini penulis, secara keseluruhan penulis setuju dengan pemikiran Antonio Gramsci dalam memandang efektifitas manajemen produksi dari Amerika Serikat secara umum dan perusahaan Ford secara khusus. Namun penulis kurang sependapat dengan pandangan Gramsci yang menyatakan bahwa tradisi menjadi sebuah penghalang bagi adanya metode baru dalam modernitas. Karena pada kenyataannya Jepang dan China dua negara yang dalam sejarahnya terpengaruh oleh ajaran konfusianisme yang menekankan pada pelestarian tradisi, mampu menunjukkan kemampuannya sebagai aktor yang berpengaruh dalam perdagangan internasional walaupun pengaruh yang dimiliki kedua aktor ini tidak sebesar pengaruh Amerika Serikat. Namun secara umum Jepang dan China sebagai dua negara yang mempadu-padankan modernitas dengan tradisi dapat dikatakan memiliki manajemen produksi yang sangat efektif, sehingga mampu mulai bersaing dengan Amerika Serikat saat ini.
Referensi :
Gramsci, Antonio. 1971. “Americanism and Fordism”, dalam Selections from the Prison

Notebooks. London : Lawrence and Wishart, hal. 277-318

Tidak ada komentar:

Posting Komentar