As
Sanai (Abul-Majd ibn Adam Sanai Majdud Ghaznavi) dikenal sebagai
sastrawan sufi masyhur. Ia peletak tema cinta dalam sufisme. Maulana
Jalaudddin Rumi mengatakan, “Attar adalah jiwa dan Sanai adalah
matanya.” Pujian itu memang tidak berlebihan bernama lengkap Abul-Majd
ibn Adam Sanai Majdud Ghaznavi dikenal sebagai salah
satu satrawan sufi terkemuka. Dia dikenal sebagai seorang sastrawan
mistik yang masyhur sekaligus sebagai salah satu guru dari jalaluddin Ar
Rumi. Riwayat hidupnya memang jarang sekali ditulis. Ia lahir di
provinsi Ghazna di Afghanistan selatan di tengah abad ke-11 dan mungkin
meninggal sekitar tahun 1150. Ia juga dikenal sebagai guru dari
Afghanistan paling awal yang menggunakan tema cinta dalam Sufisme.
Pengamat sufisme Anemarie Schimmel bahkan memujinya setinggi langit.
Sanai awalnya seorang penyair istana yang ditugaskan secara tertulis
pujian untuk Sultan Ghazna. Sebuah kisah mengatakan bahwa ketika Sultan
Ghazna hendak memimpin serangan militer terhadap India, sebagai penyair
istana Sanai dipanggil untuk bergabung dengan ekspedisi tersebut.
Singkat cerita ketika Sanai sedang berjalan melewati sebuah taman
tertutup yang sering dikunjungi pemabuk terkenal bernama Lai Khur.
Ketika lewat ia mendengar Lai Khur bersulang keras dan menyatakan
bahwa Sultan adalah seorang yang rakus karena menyerang India. Menyair
hanya untuk menyenangkan para penguasa dan demi mengharapkan imbalan.
Mendengar hal tersebut Sanai kaget dan berhenti. Lai Khur kemudian
mengatakan bahwa penyair yang memuji sultan adalah sikap yang bodoh.
Kata-kata ini seperti gempa bumi bagi Hakim Sanai. Sebab Sanai hal
tersebut adalah benar. Sejak saat itu Sanai meninggalkan hidupnya
sebagai penyair istana yang dimanjakan, dan mulai belajar dengan seorang
guru sufi bernama Yusuf Hamdani.
Seorang ahli yang bernama Zakariyya Al Qazwini menggambarkan As Sanai
sebagai seorang bijak dan mistikus yang hidup di ”tempat-tempat
berantakan”, dalam kemiskinan yang menekan diri dan mengembara dengan
kaki telanjang. Banyak lika-liku hidupnya yang menarik. Salah satunya As
Sanai pernah menggolongkan sebagai orang yang keluar dari Islam.
Ada beberapa karya As Sanai salah satunya yang terkenal adalah
Hadiqatul Haqiqat atau Taman Kebenaran. Karyanya ini dianggap sebagai
karya favorit umat Islam. Bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa
inggris dengan The Walled Garden of Truth ini berisi
ajaran-ajaran mistis bercampur dengan peribahasa, fabel, dan anekdot.
Dengan cara ini Sanai memperkenalkan dan menjelaskan ajaran-ajaran
Sufisme. Hal ini yang dianggap oleh para sarjana menjadi puisi pertama
mistik dan memiliki pengaruh besar bagi kaum Muslim dan sastra Persia.
Bahkan setelah 900 tahun buku ini masih populer bahkan sampai sekarang.
Buku ini juga disebutkan sebagai buku teks klasik oleh para sufi selama
bertahun-tahun.
Sanai menggunakan jalan puisi untuk menyebarkan pengetahuan dan pesan
di kalangan rakyat. Menurut dia, nafsu dan keserakahan dan kegembiraan
emosional, selalu berdiri di antara manusia. Pengetahuan Ilahi yang
satu-satunya realitas yang benar (Haqq). Dia mengatakan bahwa Cinta
(Ishq) dan hati nurani merupakan dasar agama. Hakim Sanai memiliki
pengaruh besar pada sastra Persia. Ia dianggap sebagai penyair pertama
yang menggunakan puisinya dalam bentuk qasidah (ode). Dia juga memakai
ghazal (lirik) dan Masnawi (bait berirama) untuk mengungkapkan ide-ide
filosofis, mistis, dan etika dari tasawuf.
Puisi dan Si Tolol
Ada beberapa puisi, wejangan dan anekdot yang ditulis as Sanai. Berikut beberapa puisi dan anekdotnya
Saat ummat manusia tetap merupakan benda semata di dunia
Maka akan dibawa serta, seperti dalam kapal, tertidur.
Apa yang dapat mereka lihat dalam tidur?
Manfaat atau hukuman apa yang ada?
Kemudian salah satu bunyi puisi lainnya:
Jangan membicarakan kepiluanmu-karena Dia yang berbicara.
Jangan mencari-Nya-karena Dia yang mencari.
Dia bahkan merasakan sentuhan kaki semut;
Bila batu di bawah air bergerak
Dia mengetahuinya.
Jika ada cacing di bebatuan
Dia tahu tubuhnya, lebih kecil dari atom.
Suara doanya, dan maksudnya yang tersembunyi,
Dia tahu melalui pengetahuan Ilahiah-Nya.
Dia memberi cacing makanannya;
Dia telah menunjukkan kepadamu jalan Ajaran.
Tentang kehampaan As Sanai berkata ,” Setiap orang di dunia pada
umumnya tidur. Agama mereka agama dunia yang lazim-adalah kehampaan,
sama sekali bukan agama.” Sedangkan tentang kelaparan ”Orang-orang puas
dengan diri mereka sendiri disebabkan oleh kelaparan mereka akan sesuatu
yang lain. Oleh karena itu mereka lapar. Mereka yang kembali dari
perbuatan salah, mereka adalah orang-orang yang shalat; bukan mereka
yang semata tampak sujud ketika sedang shalat. Shalat adalah suatu
kegiatan.”
Anekdot Kisah si tolol dan onta yang sedang makan rumput
Seorang
Tolol memperhatikan seekor unta yang sedang makan rumput. Katanya
kepada binatang itu, “Tampangmu mencong. Kenapa begitu?” Unta menjawab,
“Dalam menilai kesan yang timbul, kau mengaitkan kesalahan dengan hal
yang mewujudkan bentuk. Hati-hatilah terhadap hal itu! Jangan menganggap
wajahku yang buruk sebagai suatu kesalahan. Pergi kau menjauh dariku,
ambil jalan lintas. Tampangku mengandung arti tertentu, punya alasan
tertentu.
Busur memerlukan yang lurus dan yang bengkok, pegangannya
dan talinya.” Orang tolol, enyahlah: “Pemahaman keledai sesuai dengan
sifat keledai.”
sumber : sufinews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar