Kamis, 04 Desember 2014

EAN quotes


Terkadang orang berpikir tuhan adalah pegawai
Disuruh-suruh mengabulkan doa-doa pamrih pribadi
Yang diucapkandengan mulut pedagang menagih janji
Saat & bentuk kabulnya dibatasi

Tuhan diberhalakan
Digambar dengan gagasan-gagasan
Kalau tetangganya membuat patung tuhan berlainan
Bertengkar mereka & saling mengkafirkan

Orang bikin tuhan-tuhanan
Bagai robot yang  digerakkan ke kanan ke kiri
Tombol ditekan,program harus dilaksanakan
Kalau robot macet,ia tak dipercaya & dicampakan

 ̴Emha Ainin Nadjib̴

Semakin tinggi tumpukkan kekayaan kita
Semakin serius tingkat kemiskinan kita

Sebab,tanda bahwa seseorang itu miskin ialah Apabila ia butuh

Tanda seseorang melarat adalah jika terbukti bahwa ia serakah.

Tanda bahwa seseorangn itu fakir ialah jika ia terbukti bernafsu untuk merampok,memonopoli & merebut apa saja yang bukan miliknya

Hanya orang kaya yang bisa kenyang oleh kesederhanaan.
yang sanggup memberikan apa saja tanpa segan tanpa eman

̴Emha Ainin Nadjib̴

Di dalam hidup ini
Tak ada barang yang buruk
Yang ada hanyalah barang yang berada
Tidak pada tempatnya

Baik seperti apapun jika ditempatkan pada tempat yang tidak tepat,
Dia akan menjadi keburukan.

Buruk seperti apapun jika ditempatkan di tempat yang memang semestinya.
dia menjadi kebaikan

̴Emha Ainin Nadjib̴

Kebebasan bukan tujuan

Tapi

Jalan untuk menemukan

Batasan-batasan

̴Emha Ainin Nadjib̴


Kalau Anda kain putih,kotoran sedebu akan direwelin orang. Kalau ada gombal bosok, kotor seperti apapun tidak dianggap kotoran. Tinggal Anda mau milih jadi kain putih atau gombal

Peradaban Jawa sangat beraksentuasi ke kebudayaan estetika ataukeindahan, sementara kebenaran dankebaikan adalah bagian dari rangkaian peradaban keindahan Jawa, yang puncaknya adalah mamayu hayuning bawana: memperindah keindahan jagat raya.

Engkau tidak wajib miskin, meskipun berhak memilih miskin, sepanjang
kemiskinan itu memang fasilitas yang tepat bagimu untuk mengkondisikan
kedekatanmu dengan Allah. Engkau juga tidak dilarang kaya, sepanjang
kekayaanmu membuat setia dan cinta kepadaNya. Tuhan memposisikan dirinya
pada manusia lemah, miskin dan serba kekurangan. Maka cinta dan kesetiaan
kepada Tuhan adalah kasih saying kepada orang-orang lemah. Sedemikian
rupa sehingga senja hidupmu kelak,kekayaan termewah yang engkau miliki
bukanlah tumpukkan benda-benda,melainkan track record kadar dan bukti
kasih sayangmu kepada kaum papa, yang membuatmu tidak memiliki materi
apapun lagi di akhir hayatmu. Menjadi bayi telanjang kembali pada detik-detik
menjelang maut, itulah sukses hidup yang sempurna.Emha Ainun Nadjib

(Paparandang Ate).
Hakikat dasar kehidupan setiap manusia adalah lahir sendiri, hidup
berjamaah, lalu mati sendiri. Sejak masih bayi, manusia secara naluriah
diajari Tuhan untuk bekerja sama dengan ibunya, dengan pembantunya,
dengan penjual susu, dan orang-orang lain. Berjamaah bukanlah kewajiban
melainkan hakikat hidup.Emha Ainun Nadjib pada Sarasehan
Masyarakat Inti Plasma
Dec 8th,
2013
11 notes
Ruwatan atau tahlukah artinya
penghancuran. Penghancuran itu
merelakan sesuatu pada suatu tahap
supaya pada tahap berikutnya kita
dapatkan kelahiran atau kematangan
baru. Kalau padi terus kita pertahankan
sebagai padi, tak akan kita dapatkan
nikmatnya beras. Kalau beras tidak kita
relakan hancur eksistensinya sebagai
beras, kita tak akan bertemu nasi.
Emha Ainun Nadjib pada Upacara
Tahlukah
Dec 7th,
2013
2 notes
Kalau berkait dengan ijtihad jangan
pakai kata mati. Semua yang dibikin
manusia boleh berubah dan mungkin
lebih baik berubah. Tidak ada harga
mati. Supremasi hukum jangan harga
mati, karena hukum tidak bisa supreme.
Hukum itu alat, yang supreme keadilan
dan nurani kebaikan manusia. Itupun
jangan harga mati sebab manusia tidak
bisa adil. Yang ada adalah aspirasi
keadilan di mana manusia terus berusaha
untuk adil. Tidak ada suami-istri adil;
yang ada adalah mencari keadilan
bersama. Tidak ada cinta suami-istri;
yang ada adalah mencari cinta antara
suami dan istri menuju cinta Tuhan yang
sejati, karena satu-satunya manusia
yang bisa diandalkan adalah yang kita
pegangi bajunya, yakni Rasulullah.
Emha Ainun Nadjib
Dec 7th,
2013
3 notes
Kita perlu belajar pada Al-Fatihah.
Jangan meminta sebelum memberi. Allah
tidak menyuruh hambaNya sholat dan
puasa sebelum memberikan alam
semesta yang subur dan rizki yang
melimpah. Negara jangan menyuruh
rakyat bayar pajak sebelum
infrastruktur terpenuhi. Inilah rumus
suami-istri; suami jangan minta istrinya
melayani sebelum dia penuhi tanggung
jawab sebagai suami. Percintaan suami-
istri dimulai dengan
Bismillahirrahmanirrahim, suami memuji
istrinya. Alhamdulillahirrabbil alamin,
kalau diterjemahkan secara horizontal
dia istriku wanita yang terpuji.
Arrahmanirrahiim, penuh kasih sayang
terhadapku. Maliki yaumiddin, dia
sebenarnya yang berkuasa atas hatiku.
Setelah memuji, berikutnya adalah
penegasan cinta. Kalau sudah, barulah
meminta, ditunjukkan jalan yang lurus.
Emha Ainun Nadjib pada Maiyahan
Sekala Selampung
Dec 6th,
2013
8 notes
Anda harus menjadi orang merdeka
sehingga punya sidik paningal
(kejernihan dan ketepatan penglihatan).
Nanti puncaknya adalah putus pamriksa
(marifat), di mana Anda melihat sesuatu
sampai ke ufuknya secara sangat jelas.
Jangan sampai anda melangkah lebih
lanjut sebelum meyakini kepastian
bahwa solusi yang anda lakukan sudah
tepat. Perkara gagal itu lain masalah,
tapi ketepatan adalah nomor satu.
Emha Ainun Nadjib
Oct 23rd,
2013
12 notes
Kalau di dalam dirimu masih ada yang
membebanimu, kalau di dalam dirimu
masih ada dirimu, masih ada yang
seharusnya tidak membebanimu, maka
kamu tak akan bisa terbang. Di dalam
dirimu jangan ada dirimu. Kebanyakan
orang, di dalam dirinya hanya ada
dirinya, hanya ada ego dan
eksistensinya. Kalau dirimu suwung,
berarti yang ada di dalam dirimu
hanyalah iradlah Allah.
Emha Ainun Nadjib
Oct 22nd,
2013
13 notes
Jazz adalah pekerjaan untuk selalu
mencari peluang-peluang yang belum
pernah ada, selalu melakukan ijtihad
atau jihad hati dan pikiran, mencari
kemungkinan-kemungkinan. Dan itu bisa
terjadi bukan hanya pada musik
Emha Ainun Nadjib
Oct 21st,
2013
2 notes
Jangan pakai frame Anda kalau
memahami hidup, karena frame-mu bisa
berubah tiap jam. Anda harus mengambil
keputusan supaya Anda bisa mulai
menghancurkan dirimu yang sekarang
demi menjadi dirimu yang besok.
Relakan kehilangan beras karena dia
akan menjadi nasi. Yang disebut yaumul
qiyamah adalah kehancuran beras dan
kebangkitan nasi. Banyak orang takut
kehilangan beras, dia dekap beras itu
erat-erat, maka tak pernah
didapatkannya nasi.
Emha Ainun Nadjib
Oct 20th,
2013
7 notes
Kekeliruan orang modern ialah
pemikirannya digiring untuk selalu
menuju keadaan yang dipersyarati oleh
standardisasi. Sama seperti keris, kalau
distandardisasi berarti dia bisa dibuat
di pabrik. Padahal letak hebatnya keris
bukan pada kerisnya tapi pada sang
Empu. Kehebatan kebudayaan Indonesia
bukan terletak pada ekspresi
budayanya, tapi pada pelakunya.
Emha Ainun Nadjib
Oct 19th,
2013
7 notes
Sekarang ini kebudayaan dan psikologi
sosial manusia sudah mendegradasikan
kalimat-kalimat Tuhan itu untuk
fakultas-fakultas budaya. Jadi kalau
dapat duit, alhamdulillah. Jadi
alhamdulillah direndahkan. Padahal tidak
ada yang tidak alhamdulillah, tidak ada
yang tidak Allahu Akbar, tidak ada yang
tidak masya Allah, tidak ada yang tidak
Subhanallah.
Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib: Gusti Allah Tidak
Ndeso
Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong
pertanyaan beruntun. "Cak Nun," kata
sang penanya, "misalnya pada waktu
bersamaan tiba-tiba sampeyan
menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih
salah satu: pergi ke masjid untuk shalat
Jumat, mengantar pacar berenang, atau
mengantar tukang becak miskin ke rumah
sakit akibat tabrak lari, mana yang
sampeyan pilih?"
Cak Nun menjawab lantang, "Ya, nolong
orang kecelakaan."
"Tapi sampeyan kan dosa karena tidak
sembahyang?" kejar si penanya.
"Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu," jawab
Cak Nun.
"Kalau saya memilih shalat Jumat, itu
namanya mau masuk surga tidak ngajak-
ngajak. Dan lagi belum tentu Tuhan
memasukkan ke surga orang yang
memperlakukan sembahyang sebagai
credit point pribadi."
Bagi kita yang menjumpai orang yang saat
itu juga harus ditolong, Tuhan tidak
berada di mesjid, melainkan pada diri
orang yang kecelakaan itu. Tuhan
mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah
orang. Kata
Tuhan: kalau engkau menolong orang
sakit, Akulah yang sakit itu. Kalau engkau
menegur orang yang kesepian, Akulah
yang kesepian itu. Kalau engkau memberi
makan orang kelaparan, Akulah yang
kelaparan itu.
Seraya bertanya balik, Emha berujar,
"Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga
orang ini. Pertama, orang yang shalat lima
waktu, membaca al-quran, membangun
masjid, tapi korupsi uang negara. Kedua,
orang yang tiap hari berdakwah, shalat,
hapal al-quran, menganjurkan hidup
sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya,
pelit, dan mengobarkan semangat
permusuhan.
Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak
membaca al-quran, tapi suka beramal,
tidak korupsi, dan penuh kasih sayang?"
Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang
yang ketiga.
Kalau korupsi uang negara, itu namanya
membangun neraka, bukan membangun
masjid. Kalau korupsi uang rakyat, itu
namanya bukan membaca al-quran, tapi
menginjak-injaknya. Kalau korupsi uang
rakyat, itu namanya tidak sembahyang,
tapi menginjak Tuhan. Sedang orang yang
suka beramal, tidak korupsi, dan penuh
kasih sayang, itulah orang yang
sesungguhnya sembahyang dan membaca
al-quran. Kriteria kesalehan seseorang
tidak hanya diukur lewat shalatnya.
Standar kesalehan seseorang tidak melulu
dilihat dari banyaknya dia hadir di
kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan
hakikatnya adalah output sosialnya: kasih
sayang sosial, sikap demokratis, cinta
kasih, kemesraan dengan orang lain,
memberi, membantu sesama.
Idealnya, orang beragama itu mesti
shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi
juga tidak korupsi dan memiliki perilaku
yang santun dan berkasih sayang.
Agama adalah akhlak. Agama adalah
perilaku. Agama adalah sikap. Semua
agama tentu mengajarkan kesantunan,
belas kasih, dan cinta kasih sesama. Bila
kita cuma puasa, shalat, baca al-quran,
pergi kebaktian, misa, datang ke pura,
menurut saya, kita belum layak disebut
orang yang beragama. Tetapi, bila saat
bersamaan kita tidak mencuri uang
negara, meyantuni fakir miskin, memberi
makan anak-anak terlantar, hidup bersih,
maka itulah orang beragama.
Ukuran keberagamaan seseorang
sesungguhnya bukan dari kesalehan
personalnya, melainkan diukur dari
kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan
pribadi, tapi kesalehan sosial. Orang
beragama adalah orang yang bisa
menggembirakan tetangganya. Orang
beragama ialah orang yang menghormati
orang lain, meski beda agama. Orang yang
punya solidaritas dan keprihatinan sosial
pada kaum mustadh'afin (kaum tertindas).
Juga tidak korupsi dan tidak mengambil
yang bukan haknya. Karena itu, orang
beragama mestinya memunculkan sikap
dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang
yang meratakan dahinya ke lantai masjid,
sementara beberapa meter darinya,
orang-orang miskin meronta kelaparan

TAKUT JADI TUKANG BAKSO
Satu lagi Klipping simpenan dari Cak Nun,
sebuah renungan untuk intropeksi diri
Sebuah  pengajian  yang  amat  khusyuk
di sebuah masjid kaum terpelajar, malam
itu,  mendadak  terganggu  oleh suara
dari seorang tukang bakso yang
membunyikan  piring  dengan
sendoknya.  Pak Ustad sedang
menerangkan makna khauf,  tapi  bunyi
ting-ting-ting-ting  yang  berulang-ulang
itu sungguh mengganggu  konsentrasi
anak-anak  muda  calon  ulil albab yang
pikirannya sedang bekerja keras.
Sebuah  pengajian  yang  amat  khusyuk
di sebuah masjid kaum terpelajar, malam
Apakah  ia berpikir bahwa kita berkumpul
di masjid ini untuk berpesta bakso !
gerutu seseorang.
Bukan  sekali  dua  kali  ini  dia
mengacau ! tambah lain-nya, dan
disambung Ya, ya, betul !
Jangan marah, ikhwan., seseorang
berusaha meredakan kegelisahan, ia
sekadar mencari makan ..
Jangan-jangan sengaja ia berbuat
begitu! Jangan jangan ia minan-nashara !
sebuah suara keras.
Tapi  sebelum  takmir  masjid  bertindak
sesuatu, terdengar suara Pak Ustad juga
mengeras: Khauf, rasa takut, ada
beribu-ribu maknanya. Manusia belum
akan mencapai  khauf  ilallah  selama  ia
masih takut kepada hal-hal kecil dalam
hidupnya. Allah  itu  Mahabesar,  maka
barangsiapa  takut hanya kepada-Nya,
yang lain-lain menjadi kecil adanya…”
Tak  usah  menghitung  dulu ketakutan
terhadap kekuasaan sebuah rezim atau
peluru militerisme  politik.  Cobalah
berhitung  dulu dengan tukang bakso.
Beranikah Anda semua, kaum terpelajar
yang tinggi derajatnya di mata
masyarakat,  beranikah Anda menjadi
tukang bakso ? Anda tidak takut menjadi
sarjana,  memperoleh  pekerjaan dengan
gaji  besar, memasuki rumah tangga
dengan  rumah  dan  mobil  yang
bergengsi:  tapi tidak takutkah Anda
untuk menjadi  tukang bakso ? Yakni
kalau pada suatu saat kelak pada Anda
tak ada jalan  lain  dalam  hidup  ini
kecuali  menjadi tukang  bakso  ?
Cobalah wawancarai hati Anda sekarang
ini, takutkah atau tidak?
Ingatlah  bahwa  tak  seorang  tukang
bakso pun pernah takut menjadi tukang
bakso. Apakah Anda merasa lebih
pemberani dibanding tukang  bakso ?
Karena  pasti  para  tukang  bakso
memiliki  keberanian juga untuk menjadi
sarjana dan orang besar seperti Anda
semua.
Suasana  menjadi  senyap.  Suara  ting-
ting-ting-ting dari jalan di sisi halaman
masjid menusuk-nusuk hati para peserta
pengajian.
Kita memerlukan baca istighfar lebih
dari seribu kali dalam sehari,  Pak
Ustadz  melanjutkan,
karena  kita masih tergolong orang-
orang yang ditawan oleh rasa takut
terhadap apa yang kita anggap derajad
rendah, takut tak  memperoleh
pekerjaan  di sebuah kantor, takut
miskin, takut tak punya jabatan,  takut
tak  bisa  menghibur  istri  dan  mertua,
dan kelak takut dipecat,  takut  tak
naik  pangkat  .  .  . masyaallah, sungguh
kita masih termasuk golongan orang-
orang yang belum sanggup
menomorsatukan Allah !..(sumber : Emha
Ainun Najib)

"Hidup saya tidak lagi
mencari uang tetapi uang yg saya
dapatkan adalah konsekuensi logis dari
kerja atau karya yang saya buat, buka
apa yang saya kejar dan cari-cari"
jiwanya seniman itu bagaikan
ruang kosong, tak ada lemari
atau kotak-kotak yang bisa
dipakai untuk menyembunyikan
sesuatu, segalanya tampak
jelas dan jujur di mata
#CakNun

Anda tak bisa menghakimi
ekspresi seseorang hanya
dengan melihat bunyi kata-
katanya, melainkan Anda harus
perhatikan nadanya, nuansanya,
letak masalahnya #CakNun

politik diciptakan dan
dimanifestasikan berdasarkan
filosofi dan tujuan untuk
menyediakan kebahagiaan dan
kesejahteraan bagi manusia,
tapi yang terjadi adalah sama
sekali kebalikannya #CakNun

orangtua kita mengajarkan
suatu nilai yang membedakan
dua jenis anak, yang patuh
tanpa reserve, yang pejah
gesang nderek (hidup-mati
ikut), disebut "anak baik-baik",
sedangkan yang mencoba
rasional, memilih otoritasnya,
meskipun itu justru sejalan
dengan "lorong keadilan"
disebut "anak nakal"
#CakNun

aneh : hukum negara
bertabrakan dengan hak dasar
kemanusiaan, dan keduanya
telah tiba pada kondisi purik
(saling membenci) yang susah
disembuhkan. Tetapi, jalan
terang tetap terlihat, setidak-
tidaknya di cakrawala
pandangan setiap orang yang
tak mengenal putus asa
#CakNun

bukanlah hidup kalau sekadar
untuk mencari makan,
bukankah sambil bekerja
seseorang bisa merenungkan
suatu hal, bisa berzikir dengan
ucapan yang sesuai dengan
tahap penghayatan atau
kebutuhan hidupnya, bisa
mengamati macam-macam
manusia, bisa belajar kepada
sebegitu banyak peristiwa...
Bisa menemukan hikmah-
hikmah, pelajaran dan kearifan
yang membuat hidupnya
semakin maju dan baik
#CakNun

dalam pengadilan di Indonesia,
kadang kita harus memilih
alternatif yang terbaik di
antara yang terkutuk, dengan
menyisakan sedikit harapan
bahwa hati nurani manusia
tidak semuanya terdiri atas
buku #CakNun

manusia jangan menunggu
hancur dulu baru insaf
#CakNun

kearifan-kearifan agama harus
diterjemahkan ke dalam sistem
nilai pengelolaan sejarah,
kebudayaan dan peradabannya
#CakNun

kreatifitas berpikir orang
Barat harus kita tiru,tapi ekses
dari kebudayaan teknologis
yang terlalumemanjakan
kebinatangan, sebaiknya kita
cegah sejak sekarang.Setiap
badan perencanaan
pembangunan harus melibatkan
para agamawan, budayawan,
negarawan, filosof,
seniman,orang-orang kecil
awam yang arif.... Kita jangan
hanya dipimpin oleh tender-
tender
#CakNun

peraturan dan undang-undang
tidak slalu sama dengan
keadilan, ia bahkan bisa saja
bertentangan denganprinsip
keadilan. Undang-undang
memiliki relativitasnya sendiri
dan tidak mutlak sebagaimana
firman Tuhan #CakNun

hakikat hidup bukanlah apa
yang kita ketahui, bukan buku-
buku yang kita baca atau
kalimat-kalimat yang kita
pidatokan, melainkan apa yang
kita kerjakan, apa yang paling
mengakar di hati, jiwa dan inti
kehidupan kita #CakNun

menyepi itu penting, supaya
kamu benar-benar bisa
mendengar apa yang menjadi isi
dari keramaian
perjuangan ialah perjuangan.
Sejarah dan Tuhan tidak
mencatat kemenangan atau
kekalahan, tetapi yang dicatat
adalah perjuangan itu sendiri
#CakNun

kebersihan luas makananya,
kebersihan ruang dan kampung
hanyalah satu hal, hal lain
adalah kebersihan jiwa manusia
itu sendiri, kebersihan
pergaulan antarmanusia,
baikpergaulan sosial, pergaulan
ekonomi, pergaulan politik dan
hukum #CakNun
yang menguasai dunia adalah
ketelamjuran sistem-sistem
internasional yang merupakan
lingkaran setan yang
memenjarakan manusia,
terutama orang-orang kecil.
Apalagi sistem-sistem besar itu
tidak sungguh-sungguh untuk
manusia dan kemanusiaan,
tetapi untuk mitos-mitos yang
bernama kemajuan,
modernisasi, metropolitanisasi,
yang keseluruhannya menjebak
manusia dalam ketersesatan
filosofi, keterjerembaban
politik dan ekonomi serta
kebuntuan budaya #CakNun
ada yang bilang negeri ini
"negeri selembar kertas",
masyarakat kita "masyarakat
selembar ijazah". silahkan
ngomel sistem pendidikan kita
tidak bermutu, kesempatan
berpendidikan tidak paralel
dengan kesempatan
memperoleh kerja, atau
canangkan proyek deschooling
society (masyarakat tanpa
sekolah), tapi pokoknya kalau
ndak punya ijazah ya nasibnya
lebih ndlahom (idiot, goblok,
otak tak berisi) dibanding
dengan yang punya ijazah
#CakNun
demokrasi itu penuh ironi dan
ranjau kalau manusia tak
menguasai manajemen untuk
menggunakannya, demokrasi
hanya bisa menjawab beberapa
problem hidup, tapi problem
yang lain membutuhkan nilai
yang lebih tinggi daripada
demokrasi #CakNun
orang boleh salah, agar dengan
demikian ia berpeluang
menemukan kebenaran dengan
proses autentiknya sendiri
#CakNun
kalau kita jadi negara industri
tidak berarti bahwa segalanya
akan beres, tak berarti kita
akan terbebas dari kemiskinan,
kebodohan atau kekejaman
kekuasaan. Industri hanyalah
sebuah cara di antara
kemungkinan cara-cara lain
yang dianggap bisa membantu
menyejahterakan masyarakat
#CakNun
kematian terkadang merupakan
kritik terhadap kehidupan,
Tuhan mengambil nyawa
seseorang tak semata dalam
rangka menyayangi  orang itu
tapi juga sekaligus memberi
peringatan kepada semua yang
ditinggalkan oleh almarhum
#CakNun
bukan agama kalau turun ke
bumi hanya untuk pandai
memerintah dan melarang.
Sebelum Adam dilarang makan
buah khuldi, dia diberi
pelajaran terlebih dahulu
mengenai nama benda-benda,
mengenai segala yang mesti
diketahuinya dalam kehidupan
#CakNun
agama diajarkan kepada
manusia agar ia memiliki
pengetahuan dan kesanggupan
untuk menata hidup, menata
diri dan alam, menata sejarah,
kebudayaan, politik .... Tuhan
mengajarkan kreatifitas
terlebih dahulu #CakNun
agama mengajarkan kepada
manusia bagaimana
menumbuhka iman, menyusun
pola-pola pembangunan suatu
negeri, mengatur politik dan
ekonomi, termasuk juga
mengintensifkan bidang-bidang
pendidikan pada level mana pun
sedemikian rupa sehingga
sedikit peluang bagi anggota
masyarakat untuk mengalami
kekecewaan sosial ekonomi
serta kebingungan psikologis
#CakNun
dunia ini masih dipimpin oleh
orang yang lebih memilih
kenyang meskipun dijadikan
budak daripada lapar tapi
bertahan harga dirinya
#CakNun
apa gunanya ilmu kalau tidak
memperluas jiwa seseorang
sehingga ia berlaku seperti
samudera yang menampung
sampah-sampah? Apa gunanya
kepandaian kalau tidak
memperbesar kepribadian
manusia sehingga ia makin
sanggup memahami orang lain?
#CakNun
kalau para mahasiswa bercita-
cita hendak menjadi pemimpin
bangsa, sejak sekarang harus
berlatih menampung bermacam-
macam gejala manusia, di dalam
pergaulan mereka tidak boleh
memakai kerangka menang-
kalah apalagi memakai interes
egonya belaka, melainkan
mempertimbangkan
kepentingan bersama, dan
untuk itu diperlukan kesabaran
dan kearifan terhadap berbagai
kemungkinan yang muncul dari
rakyat mereka, tidak boleh
gemedhé (merasa paling pintar,
sombong) #CakNun
secara filosofis, sesungguhnya
tak ada orang besar dan tak
ada orang kecil dalam takaran
pemilikan ekonomi atau
perbedaan status sosial
budaya. Kecil dan besar hanya
terjadi pada kualitas
kepribadian #CakNun
hidup ini sangat luas dan
dimensi-dimensi persoalannya
tak terhingga, untuk itu
diperlukan bukan sekadar
wawasan yang luas dan
pengetahuan yang terus dicari
melainkan juga kearifan dan
sikap luhur yang konsisten dari
hari ke hari #CakNun
orang boleh kaya raya,
persoalannya bagaimana
kekayaan itu diperoleh,
kemudian bagaimana sikapnya
terhadap kekayaan tersebut.
Juga kalau miskin! #CakNun
kalau seseorang bersikap
kreatif untuk menemukan apa
saja hal baik yang bisa
dikerjakan dalam hidup ini,
jam-jamnya tidak akan sempat
ia gunakan untuk sedih atau
meratap, sebab sudah habis
untuk melakukan pekerjaan-
pekerjaan yang baik #CakNun
keceriaan dan kenyamanan
hidup tidak terlalu bergantung
pada hal-hal di luar manusia
melainkan bergantung pada
kekayaan batin di dalam diri
manusia #CakNun
Yang lebih kalian cari bukanlah
kebaikan melainkan kekayaan,
yang lebih kalian buru bukanlah
keluhuran melainkan
kenyamanan, dan pada posisi
seperti itu kalian selalu merasa
lebih tinggi derajat dibanding
orang kecil. Coba hitunglah
kehidupan di sekitarmu, hitung
pula dirimu sendiri, temukan
kemuliaan di sekitarmu.
Belajarlah membedakan mana
kemuliaan dan mana kehinaan,
amatilah mana orang yang luhur
dan mana yang hina, mana yang
derajatnya tinggi dan mana
yang rendah. Pakailah mata
Allah sebagai ukuran #CakNun
Kamu harus membedakan
konteks perbedaan pendapat
dalam politik dengan pergaulan
kemanusiaan. Jangan
menganggap pejabat pasti
jelek dan rakyat biasa pasti
baik, pandangan seperti itu
tidak adil, ada urusan dan
konteksnya sendiri-sendiri
#CakNun
manusia harus jernih
memandang dan menilai
sesuatu, boleh pakai cara
pandang kelas, boleh agak
hitam-putih tentang masalah
tertentu, tapi harus selalu
dikembalikan pada kerangka
pandang yang lebih universal,
yang melihat manusia sebagai
suatu keutuhan, yang memiliki
kelebihan dan kekurangan,
benar sekaligus salah #CakNun
kata ahli pedang, ilmu pedang
tertinggi adalah kalau sudah
bisa membelah kapas yang
melayang-layang tanpa
mengubah arah gerak kapas itu.
Aneh, ujian tertinggi bagi
keahlian pedang bukanlah baja
atau batu karang melainkan
kapas. Kekerasan yang telah
mencapai puncaknya berubah
menjadi kelembutan,
kelembutan tak bisa dikalahkan
oleh kekerasan #CakNun
kalau seseorang menjadi
pemimpin, ia tak sekadar
memimpin masyarakat manusia,
tapi juga memimpin masyarakat
makhluk yang luas, ia memimpin
hak-hak binatang, hutan,
lautan, barang tambang .... di
situlah antara lain terletak
kesalahan ideologi
pembangunan modern yang
merusak alam, bahkan merusak
manusia #CakNun
yang penting bukan apakah kita
menang ataukalah, Tuhan tidak
mewajibkan manusia untuk
menang sehingga kalah pun
bukan dosa, yang penting
adalah apakah seseorang
berjuang atau tak berjuang
#CakNun

kebanyakan orang tak bisa
tidur, mereka hanya tertidur,
karena sepanjang siang dan
malam hari mereka diberati
oleh dunia #CakNun

Kamu punya ruang dalam
hatimu untuk merasakan hati
para mbambung (gelandangan),
sehingga hatimu sedih, getir,
terimpit seribu gunung,
sementara orang-orang pandai
sibuk dengan program-program
dan omong besar di koran-
koran. Tuhan tidak bertanya
padamu apakah kamu mampu
menolong mbambung atau
tidak, tapi melihat apakah kamu
mencintai orang lemah atau
tidak #CakNun

manusia diberi-Nya
kesanggupan untuk beradaptasi
terhadap bermacam situasi,
manusia dikasih-Nya darah,
naluri dan kecerdasan agar ia
tetap saja mampu
menyelenggarakan
kebahagiaan, meskipun dengan
suku cadang yang terendah
nilainya ia bisa menghasilkan
ramuan kebahagiaan yang jauh
melebihi taraf kebahagiaan
yang dirajut dengan
kemewahan #CakNun

para pekerja agama tidak
mengantarkan hakikat Tuhan
sebagai Mahasubjek yang
penuh rasa cinta, rasa sayang
dan kesediaan tanpa batas
untuk membahagiakan manusia
#CakNun

Tuhan banyak diperkenalkan
oleh pemimpin-pemimpin agama
sebagai algojo yang kejam,
polisi yang selalu curiga atau
hantu yang kehadirannya di
hati manusia selalu
menimbulkan rasa waswas,
cemas, ngeri dan penuh
ancaman. Agama kurang
diperkenalkan sebagai berita
gembira dan janji cinta,
melainkan sebagai tukang
cambuk, pendera dan satpam
yang otoriter #CakNun

anak-anak muda tak bisa hanya
menggantungkan diri akan jadi
pegawai negeri, pembengkakan
populasi penduduk akan makin
berbanding terbalik dengan
penyediaan lapangan kerja, jadi
yang akan tegak hidupnya
adalah orang-orang yang
bermental wiraswasta, yang
tidak priyayi, yang ulet dan
bersedia bekerja keras
#CakNun
manajemen adalah bagaimana tidak
punya kerjaan tapi bisa nyekolahke anak-
anak. Itu kan manajemen banget. Bagaimana
nggak punya gaji tetap tapi bisa survive,
itulah manajemen. Nek gajimu sakmene
digawe ngene, dudu manajemen iku, tapi
kasir.

Manajemen itu bagaimana kita tidak punya
beras tapi bisa bikin nasi. Kalau dalam Al-
Quran namanya min haitsu laa yahtasib.
Allah memberimu rizqi melalui jalan dan
metode yang di luar perhitunganmu. Dan itu
adalah jaminan Allah setiap hari kepada
orang yang selalu meletakkan hatinya dekat
dengan Dia.

Allah itu bukan milik para ustadz. Allah
adalah milik kita semua, Dia sangat dekat
sama kita. Dia sangat lucu, penuh humor,
sangat penuh kasih-sayang. Dia tidak
membutuhkan sopan-santun yang pura-pura.

Maka di dalam dirimu jangan ada dirimu.
Dirimu itu tidak penting.Kalau kamu ingin
jadi orang penting, jangan pentingkan
dirimu. Sekarang orang bekerja untuk self
image building, maka dia menjadi orang
sangat tidak penting. Pak Harto tidak pakai
metode itu tapi karakternya lebih terbangun
daripada orang yang setiap hari urusannya
image building.

Kadang-kadang ketidaktahuan merupakan
rahmat. Ada saat-saat di mana kita
sebaiknya tidak tahu. Oleh karena itu
Allah memberikan keterbatasan dimensi
kepada manusia sehingga yang mampu
diinderanya pun sangat terbatas. Begitu
masuk ke dimensi berikutnya, manusia
akan melihat warna dan bentuk yang sama
sekali berbeda yang kita tak punya
perbendaharaan kata untuk
menceritakannya.

ada orang yang
dirahmati Allah dengan kesepian, dan ada
orang yang diazab Allah dengan
keuntungan materi sangat banyak.
Materialisme membuat pandangan kita
terbalik-balik dalam mengenali mana
keuntungan mana adzab

Wong gedhe itu tidak kagetan. Tapi
sekarang manusia dididik oleh televisi
untuk menjadi sangat kagetan, untuk
sering sekali meluarbiasakan hal-hal biasa
sehingga akhirnya yang luar biasa itu tidak
ada lagi.Ini adalah kebodohan yang
merupakan bentuk adzab

Yang merusak Indonesia adalah semakin
banyaknya orang berilmu yang dihasilkan
sekolah-sekolah modern. Semakin banyak
sarjana justru semakin rusak. Ini bukan
berarti bahwa kita tidak boleh sekolah,
tapi harus punya kesadaran bahwa ada
yang tidak benar dalam filosofi, komitmen
integralitas, niat, dan kultur
pendidikannya

orang Jawa mewariskan
kebesarannya bukan melalui materi. Maka
tidak ada peninggalan Majapahit karena
kebesarannya tidak dilambangkan dengan
gedung-gedung besar. Keraton Majapahit
hanya berupa rumah banjar yang terbuat
dari kayu. Bangunannya tidak penting-
penting amat karena yang dipentingkan
oleh orang Jawa adalah kualitas batinnya.

Orang Jawa sekarang tidak kagum pada
apa yang sebenarnya mengagumkan pada
dirinya. Mereka kagum pada sesuatu yang
datang dari luar yang sebenarnya sama
sekali tidak mengagumkan

Islam itu bukan pada megahnya masjid,
bukan pada sorban dan jenggot. Meskipun
berangkat dari niat baik supaya terlihat
seperti Nabi Muhammad, tetapi dalam
dialektika sosial budaya ini bisa
menimbulkan penipuan-penipuan yang
mungkin tidak terlihat oleh mata tapi
tertangkap oleh logika

Pengajian itu bukan
kumpulan orang-orang yang dekat dengan
Allah, tapi justru mencarikan peluang-
peluang kepada yang belum dekat untuk
bisa mendekat. Kalau memang masih jauh
ya jangan dipaksa

Belum tentu orang yang
berpenampilan santri lebih bisa berendah
hati dan mengendalikan diri daripada yang
preman. Jadi jangan sangka kalau orang
sudah belajar agama otomatis dia lebih
baik daripada orang lain. Sejauh saya
bergaul dengan preman-preman, mereka
sangat jujur dan tidak sok suci

gotong-royong itu tidak bisa muncul
sendiri. Dia hanya ada kalau di antara
mereka kehidupannya saling aman dan
memuaskan sehingga mau saling
menolong

orang jahat
yang berbuat curang itu jangan disebut
curang karena kecurangan merupakan
sifat alamiah manusia dari Tuhan. Setiap
manusia pasti punya kecurangan-
kecurangan.Itu bukan dosa.Yang dosa itu
kalau kecenderungan itu diterapkan dalam
rangka untuk berbuat jahat. Maka orang
yang berbuat jahat kemudian melakukan
kecurangan, itu bukan merupakan
kecurangan tapi merupakan bentuk
kejahatan

hancurnya Indonesia salah
satunya adalah karena tidak
mendokumentasikan dan tidak
menghormati sejarahnya sendiri

Lebih selamat
kalau rakyat mencari pemimpin, bukan
menunggu orang-orang yang menyodorkan
dirinya untuk menjadi pemimpin. Rakyat
sebagai pemegang kedaulatan kalau bisa mulai
belajar untuk tidak meneruskan tradisi
kelalaian membiarkan dirinya dipimpin oleh
pemimpin setoran dari perusahaan-
perusahaan politik

Ibarat kantor, Presiden adalah karyawan
rakyat yang datang paling awal dan pulang
paling akhir. Presiden siap menjadi orang
paling sedih dibanding semua orang

ambil wacana dari Agama: Presiden
adalah orang yang paling berat hatinya
melihat penderitaan rakyatnya, sementara ia
tidak cengeng atas penderitaannya sendiri.
Hatinya tidak tegaan kepada nasib orang
banyak. Kalau Malaikat mendadak datang
mencabut nyawanya, Presiden merintih:
Rakyatku rakyatku rakyatku…”, bukan
Ibuistrikuanakku.

Adab sosial Bangsa Jawa menemukan idiom
manunggaling kawula lan Gusti. Menyatunya
hamba dengan Tuhan.
Bukan hamba adalah rakyat, Presiden adalah
Tuhan. Itu pemahaman manipulatif untuk
keperluan feodalisme budaya dan kekuasaan
politik. Manunggaling kawula lan Gusti bukan
rakyat harus mematuhi dan melaksanakan
kehendak Presiden

Presiden itu suatu idiom di dalam bingkai
konsep kenegaraan modern yang mengacu
pada ideologi demokrasi. Demokrasi
menetapkan suatu kebenaran bahwa tanah air
dan lembaga Negara adalah hak milik rakyat.
Seseorang diangkat menjadi Presiden pada
posisi dimandati, dipinjami atau diamanati
sebagian kedaulatan dalam batas ruang dan
selama waktu tertentu. Maka tafsir feodal
menyatunya hamba dengan Tuhan tidak bisa
dipinjam oleh pemikiran demokrasi untuk
mengabsolutkan kekuasaan Presiden

Dengan adanya Semar struktur kedaulatan
vertikal dilengkungkan menjadi bulatan.
Kekuasaan itu siklikal. Semar ada di titik
tertinggi di bawah Tuhan, sekaligus di titik
terendah bersama rakyat jelata. Dua titik itu
satu, sehingga garis lurus vertikal itu menjadi
bulatan. Sangat indah Sunan Kalijaga
mendisain demokrasi

Isi kepala Presiden adalah kesibukan mesin
penyejahteraan rakyat, isi dadanya adalah
rasa bersalah karena belum maksimal
bekerja, rasa malu karena belum berhasil
seperti yang seharusnya, serta kerendahan
hati kepada Tuhan dan rakyatnya

Presiden adalah pengambil keputusan pertama
dan utama untuk melangkahkan kaki menapaki
kegelapan. Sebab manusia itu hidup dulu baru
mengerti, bukan mengerti dulu baru hidup

Jika engkau melembut, waktu tampak olehmu.
Jika engkau meregang membesar, engkau
paham kebesaran ruang, keluasan dan
ketidak-terbatasannya tak terjangkau
olehmu. Maka kuda-kuda terbaik bagi setiap
makhluk, apalagi manusia, adalah kerendahan
hati. Itulah kesadaran debu.
Tak bisa kau tempuh gelapnya rang dengan
modal merasa bisa. Hari siangpun gelap.
Sebab matahari bukan benar-benar bercahaya
sebagaimana yang ilmu memerlukan. Matahari
hanya mengantarkan kesadaran tentang
cahaya. Orang menanam tak tahu panennya,
orang berjualan tak tahu berapa calon
pembelinya. Orang lahir tak tahu matinya

Gelar Ustadz, Kiai, Habib, Gus, memancing
kesimpulan umum bahwa orang tersebut
lebih baik hidupnya daripada yang
diceramahi, padahal kan belum tentu

Dalam logika yang umum
berlaku, dipahami bahwa posisi imam lebih
tinggi daripada makmum.Padahal imam dipilih
oleh makmum, bukan imam memilih siapa-
siapa saja makmumnya.Maka makmum punya
hak yang lebih tinggi

Agama itu letaknya di dapur. Tidak masalah
mau pakai wajan merk apa di dapur, yang
utama adalah makanan yang disajikan di
warung sehat. Maka ukuran keberhasilan
orang beragama bukan pada sholat atau
umrohnya, melainkan pada perilakunya

Kalau pertimbangan perbuatan manusia
adalah suka atau tidak suka, berarti dia
masih bayi. Yang tinggi derajatnya adalah
ketika dia ikhlas melakukan apa yang
memang dibutuhkan untuk manfaat bagi
masyarakat banyak, seberat dan setidak
enak apapun. Ini merupakan tanda
dewasanya manusia

Sekarang orang banyak salah paham
sehingga aliran gethuk membidahkan aliran
combro atau memusyrikkan aliran kolak,
padahal ketiganya sama-sama berasal dari
ubi. Banyak ulama memperkenalkan gethuk,
kolak, atau combro sebagai ubi sehingga
masyarakat tertipu. Padahal tidak masalah
kita ikut yang mana, yang penting kita sama-
sama mencintai ubi

Manusia yang mencari jati dirinya
harus menyambung kepala dengan badan,
menjaga akal dan hati dalam harmoni. Akal
harus menemani hati

Maiyah bukan Islam yang
menuntut ummat manusia untuk berproses
menyatu dengan Maha Asal Usulnya,
namun hanya upaya mencerdasi kehidupan,
mengarifi pengalaman, menjernihi
kenyataan, menyetiai jalan dan
mengakurasi tujuan agar para pelakunya
mengistiqamahi akad dan cintanya di jalan
Allah yang dituntunkan oleh Rasulullah

satu
Dekade belakangan ini Ummat Islam
Indonesia diguyur racun, epidemi
kebodohan berpikir, kedangkalan mata
pandang, kekerdilan mental, kesempitan
jiwa, mata kuda materialism, yang secara
keseluruhan melahirkan watak-watak
primitivisme dan ketidak-beradaban.

Kalau Anda serius menyelidiki bahasa
sejati, Anda akan menemukan bahwa sejak
berabad-abad silam bangsa Indonesia
merupakan bangsa hebat. Bangsa yang
seharusnya kolaps tapi mampu bertahan,
bangsa yang pendapatan perkapitanya
terendah tapi makannya paling enak,
tertawanya paling banyak, mobilnya paling
mewah. Ada atau tidak ada pemerintah,
bangsa Indonesia tidak masalah.

Jangan sampai Kiai, Ulama, Ustad itu
menjadi profesi. Bahkan Guru juga jangan
jadi profesi. Kalau guru itu dibayar bukan
karena dia mencari bayaran, tapi karena
negara bertanggung jawab terhadap
hidupnya orang yang bekerja mendidik.
Konteksnya bukan guru mencari bayaran,
konteksnya adalah negara wajib menghidupi
pendidikan. Negara wajib menghidupi
kesehatan masyarakat, wajib menghidupi
agama dan kebudayaan. Sekarang filosofi
konstitusi kita sama sekali tidak
memperhitungkan itu. (Emha Ainun Nadjib)

Alat kedokteran, suntikan, alat untuk
operasi, alat rontgen, gedungnya, dll  itu
semua memang butuh biaya dan itu harus
pemerintah yang membiayai. Tetapi ketika
dokter memeriksa pasiennya itu jangan
dihargai, jangan dikomoditikan. Nanti
dokter sebagai manusia artinya apa, darma
baktinya apa, itu adalah peluang manusia
untuk tetulung dan berkasih sayang kok
dipasang harga. (Emha Ainun Nadjib)

Hanya sunyi, yang sanggup
mengajarkan kita, untuk tak
mendua

Kejahatan adalah nafsu yang terdidik.
Kepandaian seringkali adalah kelicikan yang menyamar.
Adapun kebodohan, acapkali adalah kebaikan yang bernasib buruk.
Kelalaian adalah itikad baik yang terlalu polos.
Dan kelemahan adalah kemuliaan hati yang berlebihan

Cobalah engkau beranjak dari kursi,
pergilah ke cermin. Sejenak saja.
Tataplah wajahmu, badanmu,pakaianmu, dan seluruh penampilanmu.
Setidaknya engkau bisa menyadari satu hal saja: Bahwa
potongan rambutmu yang seperti
itu , jenis dan warna baju dan
celanamu, juga seluruh benda yang
menempel di badanmu-semuanya-
adalah sesuatu yang engkau pilih
sesuai dengan kesenanganmu

Manusia Indonesia tidak jera
ditangkap sebagai koruptor, tetapi
berpikir besok harus lebih matang
strategi korupsinya. Mereka
melakukan hal-hal melebihi saran
setan dan ajaran iblis, pada saat
yang sama bersikap melebihi Tuhan
dan Nabi


Wktu brhenti alam menanti. Tuhan kekasih akn mengakhiri. Tumbuhny kesadaran krn kejernihan. Bangkitny kekuatan krn kebersamaan. #caknun"
kerja keras itu tak akan mengubah nasib,tapi meyakinkan Tuhan bahwa kita pantas menerima nasib baik yang kita inginkan. #Emha Ainun Nadjib
"Kepandaian adalah kelicikan yang menyamar, Kebodohan adalah kebaikan yang bernasib buruk" #CakNun #Oples"
Orang soleh tidak mencari Surga. Tapi Surga yang akan mencarinya. #CakNun" 
Suksesku bukan dari keuanganku tapi dari kegembiraanku #caknun"
Wktu brhenti alam menanti. Tuhan kekasih akn mengakhiri. Tumbuhny kesadaran krn kejernihan. Bangkitny kekuatan krn kebersamaan. #caknun"
"Tidak bisa mengingat tuhan tanpa mengingat manusia, tidak bisa mengingat manusia tanpa mengingat tuhannya" #CakNun"
"Bahwa kemenangan yg benar-benar kemenangan tidaklah terjadi pada seseorang atas orang lain, melainkan atas dirinya sendiri" #CakNun #Oples
"Fokus ibadah kita itu pahala atau Allah? Kalau kita fokus pada Allah, kita tidak akan peduli ditempatkan di surga/neraka. #CakNun
"Tdk ada agama tanpa kesenian Tdk ada shalat tanpa kekhusyukan Tdk ada shalat tanpa nada Tdk ada shalat tanpa irama #CakNun"
"Keburukan adalah kebaikan yang tidak diletakkan pada ruang dan waktunya yang tepat" #CakNun"
"Tidak bisa mengingat tuhan tanpa mengingat manusia, tidak bisa mengingat manusia tanpa mengingat tuhannya" #ean
urip rasah digawe angel,ra prlu ngnggo motivasi ESQ,pak becak ra butuh motivasi iso mlaku kok. sinau y ayo sinau,kuliah y ayo kuliah #caknun" 
Kita ini tergolong bangsa yg amat lapar kekuasaan. Mungkin krn yg kita kenal dlm tatanan budaya kita mmg hanya menguasai & dikuasai #CakNun"
Makanan itu dikunyah dulu baru ditelan, begitu juga ilmu informasi dll. #caknun"
Jika ingin bljr jadi org baik,jngn hanya belajar kpd malaikat,tp belajar jg pada iblis #caknun
"Gak semua persoalan hidup bisa dipecahkan lewat akal dan rasionalitas, karena tubuh seseorang terdiri dari jasmani dan rohani #CakNun"
Orang yg disukai Tuhan adalah orang yg menilai dirinya buruk,orang yg tidak ikhlas adalah orang yg menganggap dirinya baik- #CakNun"
Muhammad bertanya, "Siapa temanmu?" Iblis menjawab, "Para pemakan riba". Sangat jelas mappingnya di Indonesia. #CakNun"
Semua manusia itu sama derajat dan haknya? Ya, semua manusia sama derajatnya, kulit apapun, kecuali ketika mau pinjam duit di bank. #CakNun"
Bangsa ini hrs berhenti memilih pemimpin krn kasihan. Cukup! Nanti klo tdk perform, mau nurunin jg gak tega krn kasihan #CakNun"
Orang beragama ialah Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh’afin (kaum tertindas). #CakNun"
 Kebaikan itu kita pandang sebagai sebuah kemewahan karena setiap hari kita berada di tengah-tengah ketidak-baikan dan kesombongan #CakNun"
Urakan itu berarti berani men-talak kepentingan dunia dari hatinya..Maka Di bagian bangunan kraton ada tempat "Pang-urakan" #CakNun"
Tumpahkan hidup kepada semangat kerja, hasil hanya anugerah-Nya. Krn itu sepi ing pamrih, tapi rame ing gawe. #Emha Ainun Najib"
"seseorang menjadi ustadz bila dilegimitasi tivi", hadist Bukhori tetangga Pak Muslim #humor #CakNun
"Kalau rumah kebakaran,kamu harus belakangan menyelamatkan diri. Kalau musuh datang
menyerang, kamu harus berdiri paling depan untuk menyongsongnya. Kalau panen
melimpah, kamu harus belakangan makan. Itulah Pemimpin" #CakNun #Oples hal 23
"Pelajaran terpenting bagi calon pemimpin adalah kesanggupan
menjadi rakyat. Barangsiapa sanggup menjadi rakyat yang baik, itulah pemimpin yang baik.
Maksudnya, Sikap mental seorang pemimpin haruslah sikap mental kerakyatan"
#CakNun #Oples hal 23

"Bahwa kemenangan yg benar-
benar kemenangan tidaklah
terjadi pada seseorang atas orang
lain, melainkan atas dirinya
sendiri" #CakNun #Oples hal 49

"Pemimpin yang terbaik adalah
yang paling memiliki penguasaan
diri untuk dipimpin. Maka seorang
Pendito Ratu haruslah a man of
nothing to loose. Tak khawatir
kehilangan apa-apa. Jangankan
harta benda, simpanan uang,
seribu perusahaan, tanah, gunung
dan tambang. Sedangkan dirinya
sendiripun sudah tak dimiliknya,
sebab telah diberikan kepada
Tuhan dan rakyatnya" #CakNun #Oples hal 50

"Sejarah adalah deretan episode
tentang siapa dalang siapa
wayang, dan sejarah mencatat Ki
Dalang menggenggam kaki tangan
wayang-wayang untuk pada suatu
hari dimasukkan dalam kotak"
#CakNun #Oples hal 59
"Biasanya yang paling serakah dan
paling memahami teori, metode,
dan praktek keserakahan adalah
orang-orang pandai!" #CakNun
#Oples hal 71
"Seseorang tidak akan
memperjuangkan perubahan dari
ketidakbenaran menjadi
kebenaran ketika yang harus ia
perlihara adalah kemapanannya
dalam ketidakbenaran" #CakNun
#Oples hal 169
Apa saja yang dipersembahkan kepada allah akan langsung menjadimilik semua hambanya, itulah yang sebenarnya menjadi penjara bagisaya di dunia ini

Bila sebuah batu tergeletak di jalan
Bila sebuah batu tergeletak di jalan
dan ia membahayakan pemakai jalan
anda memungutnya, dan mencari seseorng untuk membahas
apa yang dapat kita perbuat agar batu tersebut bermanfaat
ITULAH ISLAM

Islam adalah untuk menjaga kesuburan tiap sudut tanah
Untuk mengagumi gunung & laut yang luas, atau sekedar untuk menyirami tanaman,
Untuk berenang dalamair sambil bersyukur kepada allah

Islam adalah , bila ada satu mahkluk sedang kelaparan,
Walau hanya ia seekor anjing
Anda merasa tidak enak karena kenyang seorang diri
Maka anda lalu belajar untuk merasakan lapar,
Sebelum anda merasa layak disebut sebagai saudara oleh orang-orang lapar

Islam adalah, ketika seseorang merasa haus
Bahkan bila ia adalah orang yang akan membunuh anda,
Anda merasakan kehausannya
Dan berbagi air anda dengannya

Islam adalah
Ketika anda melihat seseorang dipinggirkan & merasa sendirian
Anda menghampirinya dan mengucapkan salam kepadanya

Islam adalah
Mencintai bahkan orang-orang yang membenci anda,
Dan memuji dengan bijak
Seseorang yang menganggap anda sebagai musuhnya

Islam adalah komunitas yang berdamai dengan alam,
Sungai dan hutan,air dan daratan, gunung dan laut semat
Yangmereka cintai seolah-olah isteri-isteri mereka sendiri
Menjaga kesuburannya semata-mata dengan cinta

Islam adalah
Sebuah pemerintah yang menganggap rakyatnya sebagai seorang isteri,
Saling menyayangi, bekerjasama dengan keseimbangan kekuasaan antara yang satu dengan yang lain
Islam adalah keadaan dimana di kuat memahami pentingnya si lemah
Dan si lemah tidak menikmati kelemahan dan ketergantungannya

Salamberarti perdamaian
Islam berarti upaya untuk mencari, membangun, dan menciptakan perdamaian
Humanitas islam berarti pengertian untuk saling memanusiakan satu sama lain
Budaya islamadalah kedamaian pikiran dan hati
Perekonomian islam berarti tak seorangpun kekurangan gizi dan tak seorang pun
Kelebihan gizi
Politik islam berarti demokrasi sejati dan jujur
Filosofi islam adalah keseimbangan antara hak-hak azasi dan kewajiban-kewajiban
Azasi manusia

Salam berarti perdamaian
Islam berarti pembebasan menuju perdamaian
Islam berarti kerja emansipasi menuju kehidupan yangpenuh kedamaian bagi semua
Manusia

Tanpa bantuan sastra komunikasi saya akan sangat terbatas. Melaui satra saya dapat menemukan berbagai format komunikasi dandengan cara ini saya dapat memelihara pandangan tentang kedalaman dimensi kemanusiaan dan sosial, dimensi ini akan menjadi dangkal kalau kita hanya memandangnya secara parsial melalui ekonomi, politikdan khusunya birokrasi

Memakai jilbab atau tidak bukanlah putusan tiap wanita. Wewenangnya bias berasal dari setting kultural atau langsung dari kepatuhan teologis.apa yang saya perjuangkan bukanlah pemakaian jilbab atau tidak, tetapi hak setiap manusia untuk memilih. Perkenankanlah sayameminjam dan mangadaptasi kata-kata chairil anwar, “bukanlah jilbab yang menyentuh hati saya...tetapi ketidakmauan anda untuk membiarkan manusia untuk memilih.

Sayamerasa seolah-olah saya menulis dan mengajukan hal-hal yang untuk itu saya berutang untuk hidup saya

Apa yang haruskitakerjakan hanyalah menunggu hasilnya. Sambil menunggu kita dapat main kartu, membacaal-qur’anatau bermain dengan anak kita. Sang pemberi tidak pernah kehabisan tenaga. Tuhan tidak pernah berakhir. Masalahnya tergantung pada apakah saya tetap mengikuti dia atau tidak

Muhammad menolak tawaran allah untuk menjadi nabi yang raja,ia memilih nabi yang jelata. salah satu perjuangan mendasar muslim adalah menjadi manusia biasa



Tidak ada komentar:

Posting Komentar