Ø Ramai wanita
yang meminjam hati laki-laki; tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya.(kahlil gibran)
Ø “Seorang wanita yang telah dilengkapi oleh Tuhan
dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran, yang sekaligus nyata
dan maya, yang hanya bisa kita pahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita
sentuh dengan kebajikan. Dan jika kita mencoba melukiskan wanita demikian itu,
ia pun menghilang seperti kabut” .(kahlil
gibran)
Ø
“Hati
nurani wanita tak berbuah oleh waktu dan musim, bahkan jika mati abadi, hati
itu takkan hilang sirna. Hati seorang wanita laksana sebuah padang yang berubah
jadi medan pertempuran, sesudah pohon – pohon ditumbangkan dan rerumputan
terbakar dan batu – batu karangn memerah oleh darah dan bumi ditanami dengan tulang
– tulang dan tengkorak – tengkorak, ia akan tenang dan diam seolah tak ada
sesuatu pun terjadi, karena musim semi dan musim gugur datang pada waktunya dan
memulai pekerjaannya” .(kahlil
gibran)
Ø
Socyanti jamayo yatra, vinasyatyacu tatkulam, na socanti tu
yatraita, wardhate taddhi sarvada
Dimana wanita hidup dalam kesedihan, maka keluarga itu cepat akan
hancur berantakan, tetapi dimana wanita itu tidak menderita, maka keluarga itu
akan selalu bahagia. (Manawa
Dharmasastra III.5)
Ø
“Dukacita
orangtua yang menyaksikan pernikahan putrinya, sama dengan kebahagiaan yang
dirasakan di waktu perkawinan putra laki – lakinya. Karena lelaki selalu
membawa anggota baru ke tengah – tengah keluarganya. Sementara perkawinan
perempuan membuat hilangnya satu anggota keluarga” .(kahlil gibran)
Ø
“Cinta
adalah anggur yang dihidangkan oleh pengantin perempuan waktu fajar, yang
menguatkan jiwa – jiwa teguh dan memungkinkan mereka menuruni bintang
gemintang” .(kahlil gibran)
Ø
“Kebahagiaan
perempuan tidak terletak pada kemuliaan sang suami, bukan pada kehormatan dan
kelembutannya. Tapi pada cinta yang memadukan jiwanya dan jiwa lelaki yang
dicintainya. Kasih sayangnya tercurah – hati menjadikan masing – masing sebagai
satu anggota badan kehidupan dan dalam satu kalimat di atas bibir Tuhan” .(kahlil gibran)
Ø
“Mencintai
perempuan dibuat menarik bagi laki-laki. Tuhan sudah mengaturnya, betapa mereka
dapat menghindari apa yang sudah diatur oleh Tuhan? Karena Tuhan menciptakan
perempuan supaya Adam mendapat kesenangan dengan dia. Bagaimana Adam dapat
dipisahkan dari Hawa?” (rumi)
Ø
“Perempuan
adalah cahaya Tuhan, Dia bukan dicintai secara duniawi, dia berdaya kreatif,
bukan hasil kreasi” (rumi)
Ø
“Menyebut
perempuan sebagai jenis kelamin yang lebih lemah adalah fitnah. Itu merupakan
ketidakadilan laki – laki terhadap perempuan” (mahatma gandhi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar